Kemana Sang Pemilik Nama Besar itu….


Kemana Sang Pemilik Nama Besar itu….
(Catatan Manjerial Piala Dunia 2010)

Berjuta kisah suka dan duka, optimisme dan realita pahit, pesta pora dan ekspresi kegagalan telah terjadi pada perhelatan akbar Piala Dunia (PD) Afrika Selatan 2010 yang berlangsung mulai 11 Juni dan terus akan berlangsung sampai puncank final pada 12 Juli 2010.
Dari pertandingan ke pertandingan pada setiap kelompok orang entah di kantor, di rumah, di pemukiman, bahkan pada jejaring pertemanan, terlihat dan terdengan “SERU” karena masing-masing orang punya jago siapa yang akan memenangi pertandingan dan bahkan ada yang BERANI pasang badan siapa yang akan bertarung habis-habisan di partai final, dan lebih hebatnya lagi ada yang SUPER BERANI dengan mengkandidatkan siapa yang akan menjadi kampiun di PD kali ini.
Berbagai penjagoan tersebut ada yang didasari mulai dari iseng, atau memang ada analisis sendiri ala komentator yang nongol di TV, atau ada juga yang mengambil referensi perjalanan tim beberapa tahun sebelumnya, bahkan ada juga yang didasarkan pada klenik, dukun, atau paranormal. Bahkan pula sempat muncul, diatas kertas, tim A akan menang dari tim B. Apakah tim A akan menang? Oh tentu tidak…, diatas kertas boleh menang, tetapi yang namanya bola, tidak pernah dimainkan diatas kertas, tetapi diatas lapangan bukan? Apalagi bukan rahasia lagi bahwa bola itu bulat, siapa yang diatas (unggul), tidak selamanya diatas, karena yang disamping atau dibawah juga sama-sama punya ambisi untuk menduduki puncak kejayaan.

Nama Besar
Milyaran pasang mata telah menyaksikan realitas tersebut benar-benar terjadi. Tim-Tim besar yang diatas kertas diunggulkan, kenyataanya tumbang karena bermain seri atau bahkan kalah dari tim kuda hitam (yang tidak diunggulkan). Siapa yang tidak tau soal kedigdayaan persepakbolaan Perancis. Nyatanya, hanya mampu menjadi juru kunci di Group A, dan mengikhlaskan Uruguay dan Mexico untuk lolos ke putaran selanjutnya. Jika ada pendudukung Italia, sang juara dunia tahun 2006 bisa jadi sulit menerima kenyataan pahit bahwa sang mantan juara ditaklukkan dengan mudah oleh tim Belanda.
Jika anda pendukung Inggris, apakah menduga bahwa tim kesayangan anda dikalahkan unggulan juara Jerman dengan mudah? Anda penggemar Tim Samba, barangkali akan terhenyak jika mengetahui bahwa sang juara dunia 5 kali ditekuk dengan mudah oleh Belanda
Yang baru saja kejadian di akhir minggu kemarin, jika anda menjagokan tim Tango sebagai juara, sungguh dengan sepenuh hati sangat tidak berdaya jika akhirnya menjadi lemah tidak berdaya hingga menjadi bulan-bulanan tim panser. Dan yang lebih lagi, pertandingan tersebut menjadi salah satu pesta gol, dan khusus bagi Klose yang berambisi memecahkan gol Piala dunia, bukan tidak mungkin impian tersebut benar-benar pecah ibarat telur yang menetas dan menghadirkan generasi baru pemecah rekor internasional bergengsi tersebut.

Telaah manajerial
Dari pertandingan ke pertandingan, bahkan pertandingan selanjutnya hingga babak final, ada beberapa aspek manajerial yang menjadi “kesimpulan” atas fakta hasil pertandingan tersebut;

  1. Siapapun (organisasi) perlu yang namanya talenta. Skill dan kompetensi individu mutlak diperlukan untuk kesinambungan dinamika organisasi.
  2. Skill dan kompetensi tersebut adalah kontribusi individu yang harus diintergrasikan dalam ikatan yang sering kita sebut teamwork. Kekuatan teamwork, terbukti lebih efektif ketimbang dukungan individu yang moncer talentanya.
  3. Setiap anggota perlu memahami visi dan misi secara mendalam, dan memegang teguh serta menerepkannya dalam setiap upayanya. Pemahaman ini mampu menjadi motivator handal teamwork dalam bekerja. Meskipun kalah dan terhenti di 16 besar, siapa yang kecewa dengan penampilan tim Rep Korea dan Jepang? Semua lini, setiap ruang dan waktu, seolah tidak membiarkan sedetikpun bola melenggang tanpa penguasaan. Juga tak sedetikpun membiarkan musuh tanpa awal. Dan itu semua terjadi hingga detik terakhir pertandingan usai.
  4. Dengan visi dan misi pula, siapa yang menduga bahwa Ghana lebih beruntung ketimbang tim-tim besar lain yang lebih awal angkat koper. Hampir mirip dengan Rep Korea dan Jepang Ghana cenderung bertarung habis-habisan dan tidak pandang bulu siapa pemilik nama besar yang dihadapinya.
  5. Pada babak semifinal, akan dipertontonkan laga wakil eropa (Belanda) dengan wakil Amerika Selatan (Latin) Uruguay. Meski telah dua kali juara dunia, namun Uruguay begitu lama merindukan untuk dapat bermain di puncak PD. Warisan (heritage) sejarah sebagai mantan juara menjadi salah satu spirit Uruguay untuk senantiasa bertanding lepas dengan hasil yang optimal.
  6. Nilai yang terkahir adalah cara pandang terhadap kegagalan (kekalahan) sebagai ajang evaluasi untuk melakukan perbaikan dan bersiap beradu strategi dan teknik dalam mereguk setiap kemenangan.

Demikian sekedar partisipasi pemikiran untuk share aspek manajerial sehubungan dengan penyelenggaraan piala dunia.

Semoga bermanfat.

Salam,
Ttd,
Imron Munfaat

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: