Strategi Alih Daya Melalui Business Process Outsourcing (BPO)


Swacipta (Legal & Management Consulting)

Setelah terbit Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 tentang Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan, Menakertrans menerbitkan Surat Edaran tertanggal 26 Agustus 2013 (SE Menakertrans 04 2013 Juklak Outsourcing). yang merujuk pada Permenakertrans tersebut.

Pokok dalam surat edaran adalah mengatur tentang mekanisme penyediaan jasa pekerja dan pemborongan pekerjaan. Khusus pemborongan pekerjaan, yang dalam market global dikenal dengan business process outsourcing (BPO), ada beberapa hal yang mesti diperhatikan antara lain;

  1. Syarat perusahaan penerima pemborongan (BPO Provider).
  2. Syarat perusahaan pemberi pekerjaan (prinsipal).
  3. Keanggotaan prinsipal dalam asosiasi usaha (business association; BA).
  4. Syarat / akreditasi asosiasi usaha (business association; BA).
  5. Business Process Chart (BPC) yang disahkan business association (BA), yang menggambarkan kegiatan core dan non core.
  6. Penyerahan pekerjaan non core oleh prinsipal kepada BPO Provider.
  7. Penandatanganan perjanjian kerjasama BPO antara prinsipal dengan BPO Provider.
  8. Pencatatan perjanjian kerjasama oleh BPO Provider pada instansi ketenagakerjaan.

Beberapa preview diatas…

View original post 33 more words

Explore posts in the same categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: